Lutfi13’s Weblog

Maret 26, 2008

Dampak Negatif Dan Positif Teknologi di bidang Kedokteran

Filed under: Uncategorized — lutfi13 @ 8:26 am

PUASA DAN PENGENDALIAN STRES
Banyak tokoh dunia yang mencari kekuatan mental serta kesempurnaan moral
dengan melakukan puasa. Mahatma Gandhi, tokoh legendaris India dalam bidang
politik maupun spiritual, sengaja berpuasa selama 21 hari demi mencapai
tujuan perjuangannya bagi perdamaian India. Bung Karno dalam kegigihan dan
heroismenya, disebut sering berpuasa, terutama pada saat-saat kritis
melawan penjajah Belanda maupun Jepang
Ibadah puasa setiap bulan Ramadhan, seperti yang hendak ditunaikan umat
Islam pada bulan Ramadhan 1420 H ini pun tidak hanya mengandung manfaat
rohani. Menurut acuan teori yang logis konseptual, berikut hasil eksperimen
atau riset di Barat, ternyata ibadah puasa sangat potensial untuk mencekal
berbagai penyakit atau mempercepat proses (katalisator) penyembuhannya.
Tanpa sikap sabar, tawakal, dan syukur, maka jiwa kita – meski beridentitas
mukmin atau mukminat – dinyatakan sakit atau mengidap penyakit rohaniah.
Namun, berkat ibadah puasa dengan penuh keimanan dan tulus ikhlas mampu
mempercepat proses penyembuhan berbagai penyakit. Itulah sebabnya Allah
s.w.t. sudah menegaskan bahwa segala penyakit sesungguhnya ada obatnya,
namun orang sering terpaku pada pengobatan lahiriah saja.
Ekses modernisasi
Dampak modernisasi dengan segala eksesnya di segala bidang kian terasa,
khususnya terhadap kesehatan individu dan sosial. Seperti kita ketahui,
masalah kesehatan berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya
manusia. Sebab itu, ekses-ekses yang biasa timbul sebagai akibat sampingan
dari kehidupan modern perlu kita tekan sekecil mungkin dengan berbagai cara
yang lebih berdaya guna.
Perusahaan-perusahaan di Malaysia, Singapura, dan Indonesia kini tengah
dipacu melangkah maju dengan inovasi dan investasi di bidang riset dan
pengembangan dalam upaya menjadikan negara-negara ini berkekuatan ampuh di
bidang teknologi seperti Eropa, AS, dan Jepang. Kemajuan pesat di bidang
sains dan teknologi selama ini memang patut disyukuri. Namun, jangan lupa,
sudah sering diingatkan oleh para ahli sosiologi bahwa modernisasi – di
mana saja dan kapan saja – menimbulkan the agony of modernization.
Derita sebagai dampak modernisasi ini dialami oleh hampir semua orang dalam
kadar yang bervariasi. Yang paling sial adalah mereka yang belum dapat
beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat, sekaligus tidak mengamalkan
ajaran agamanya. Ekses-ekses dari modernisasi sebenarnya sudah disinyalir
pakar kedokteran jiwa sebagai biang penyebab penyakit psikosomatis,
lantaran kehidupan modern tak jarang menimbulkan stres yang tak terkontrol.
Tantangan yang kita hadapi dalam kehidupan modern ini, bukan hanya penyakit
fisik dan mental, tetapi sekaligus penyakit sosial. Bagaimana tidak? Gaya
hidup individualistis dan kesenjangan sosial sebagai ekses modernisasi kini
kian tajam. Tak diragukan lagi bahwa penyakit sosial berakar dari kondisi
kesehatan masing-masing orang.
Oleh karena itu, status kesehatan seseorang menurut WHO harus meliputi
kesehatan fisik, mental, dan sosial. Sedangkan pengamalan ibadah – berpuasa
terutama – bukan hanya akan mencekal berbagai penyakit yang dipicu oleh
stres lepas kendali, tetapi juga dapat memperbaiki kondisi kesehatan sosial
seseorang. Sebab, kalau ibadah ini diamalkan dengan penuh keimanan dan
setulus hati, otomatis akan menggugah altruisme atau rasa cinta kasih tanpa
pamrih terhadap sesama manusia.
Pengendali stres
Kehidupan dalam arus modernisasi – di perkotaan atau kota-kota besar
terutama – sering diliputi stres yang tak terkontrol, lebih-lebih dengan
seringnya terjadi kemacetan lalu lintas dan kejahatan yang terjadi seperti
akhir-akhir ini. Tetapi, jahatkah stres itu?
Pada dasarnya stres bisa berpengaruh negatif maupun positif, tergantung
orangnya. Seperti kita ketahui, persoalannya tergantung apakah kita bisa
mengendalikannya atau tidak. Orang-orang yang tak mampu mengendalikan stres
itu merasa tertekan dan tak tenang. Kondisi psikis yang serba tak enak itu,
menurut riset kedokteran, telah memicu timbulnya berbagai penyakit berat,
yaitu penyakit kardiovaskuler (pembuluh darah dan jantung), hipertensi,
ginjal, tumor/kanker, diabetes, maag, depresi, dan insomnia. Tak heran bila
pihak WHO menyebutkan, stres lepas kendali ini merupakan pembunuh terbesar
di dunia. Statistik perihal itu menunjukkan “penyakit gaya hidup modern”
yang 30 tahun silam tak dikenal di negara-negara berkembang kini malah jadi
penyebab kematian 40 – 50%.
Dalam bukunya The Turning Point: Science Society and the Raising Culture
Capra menyatakan, stres lepas kendali merupakan salah satu ekses
modernisasi yang diakibatkan oleh terpisahnya sains dan teknologi dari
pengaruh spiritual keagamaan. Padahal, jenius kaliber dunia Albert Einstein
pernah berkata, “Ilmu pengetahuan tanpa agama akan buta dan agama tanpa
ilmu pengetahuan akan lumpuh.”
Sebenarnya, kalau saja stres itu kita kendalikan dengan berpuasa secara
reguler misalnya, minimal bisa membangkitkan energi mental agar orang
bersemangat, percaya diri, dan optimistis, sehingga bersikap pantang mundur
serta selalu terpacu untuk mencapai prestasi atau kesuksesan yang diridhai
Tuhan. Dengan kata lain, stres yang terkendali justru merupakan daya
pendorong, tenaga konstrukstif di balik kreativitas, yaitu untuk mengungkit
prestasi dalam bidang apa saja.
Perubahan jadwal makan-minum selama berpuasa pun tak luput dari stres,
sebab orang harus menahan lapar dan dahaga seharian. Untungnya, hal itu,
menurut hasil riset, hanya memiliki nilai stres 15. Ini ternyata jauh di
bawah nilai stres 29 akibat perubahan tanggung jawab dalam pekerjaan, dan
nilai stres 53 akibat sakit atau kecelakaan. Yang lebih menggembirakan
lagi, sesudah orang berpuasa memasuki minggu kedua, umumnya stresnya kian
terkendali, lantaran fisik maupun mentalnya sudah bisa beradaptasi secara
mantap. Jadi, dengan berpuasa pun kita bisa mengendalikan stres.
Sebagai psiko-fisio terapi
Karena berpuasa secara teratur mampu mengendalikan stres, maka tak heran
jika terapi puasa ini berkembang peminatnya dan cukup populer di Eropa dan
Amerika Serikat, karena berbagai penyakit berat akibat pengaruh stres
berkepanjangan bisa dicekal atau dipercepat proses penyembuhannya di
samping upaya medis.
Di klinik dekat Pyrmont, Jerman, dr. Otto Buchinger dan kawan-kawan telah
banyak menyembuhkan pasien dengan terapi puasa. Penyembuhan meliputi
penyakit fisik dan kejiwaan, sehingga bisa dikatakan sebagai psiko-fisio
terapi. Setelah para pasien dirawat secara medis selama sekitar 2 – 4
minggu dan berdisiplin puasa, ternyata mereka lebih cepat sehat dan segar
kembali baik fisik maupun mentalnya. Juga lebih bergairah hidup. Berbagai
penyakit, antara lain penyakit kardiovaskuler, ginjal, kanker, hipertensi,
depresi, diabetes, maag dan insomania, juga dapat disembuhkan.
Dr. Yuli Nekolar dari Moscow Institute of Psychiatry pun melaporkan hasil
risetnya bahwa upaya penyembuhan secara medis yang disertai dengan terapi
puasa hasilnya lebih baik dan lebih cepat. Hal ini juga telah dibuktikan
kehandalannya oleh para pasien yang menjalani terapi puasa itu di sejumlah
klinik Health Spa di Amerika. Meski cara berpuasa di klinik itu tak persis
sama dengan praktek puasa Ramadhan, tapi dasar fisiologi dan biokimia yang
terjadi dalam tubuh pada prinsipnya sama.
Manusia modern hingga kini masih kewalahan menghadapi ulah aneka macam
penyakit. Entah itu penyakit fisik maupun mental, di samping penyakit
sosial yaitu dalam hal pencegahan, penyembuhan, dan terutama dalam upaya
mengatasi perkembangan penyakit. Sebab terbukti bahwa obat-obatan hasil
rekayasa otak manusia, dari yang tradisional sampai yang dijamin secara
medis, bisa manjur namun bisa juga tidak mempan, padahal sering harus
ditebus dengan biaya relatif mahal. Belum lagi kita dihadang untuk
menanggulangi keganasan penyakit AIDS yang belum ada obatnya.

Maret 4, 2008

Penerapan Dunia Komputer pd Kedokteran

Filed under: Uncategorized — lutfi13 @ 5:22 am

PENDAHULUAN
“Perubahan tidak selalu menjadikan sesuatu lebih baik,
tetapi untuk menjadi lebih baik, sesuatu harus berubah (?)”

Penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dengan strategi pendekatan problem based learning (PBL) merupakan sebuah inovasi pendidikan kedokteran yang sedang dikembangkan di Indonesia. Fakultas kedokteran universitas Riau (FK Unri) telah mulai menerapkan kurikulum ini pada tahun ajaran 2007. Dari pengalaman beberapa institusi pendidikan kedokteran yang telah menerapkan KBK dengan strategi PBL, menyatakan bahwa penerapan kurikulum baru ini memerlukan sumber daya manusia (SDM), fasilitas dan dana yang besar. Pengalaman institusi yang telah dahulu menerapkan kurikulum ini juga mulai dirasakan oleh FK Unri, seperti kekurangan sumber daya manusia dan kekurangan fasilitas pembelajaran serta memerlukan dana yang besar.

Fakultas kedokteran Unri sebagai institusi pendidikan kedokteran yang baru berumur enam tahun dari sejak pendiriannya, harus segera tanggap dan belajar untuk menghadapi hambatan dan tantangan dalam penerapan kurikulum baru ini. Dalam tulisan ini penulis akan mencoba menjabarkan sebuah strategi inovasi untuk menghadapi masalah di atas, yaitu inovasi teknologi informasi dalam menunjang proses pembelajaran KBK dengan strategi PBL. Dalam tulisan ini, penulis akan menjabarkan bagaimana besarnya peran teknologi informasi dalam menjawab hambatan dan tantangan di atas. Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat serta menghemat dana operasional, sehingga akhirnya akan meningkatkan produktivitas.

ISI

Pengertian teknologi informasi pendidikan adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan proses pendidikan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.

Gallupe (2003) menemukan beberapa tujuan pemanfaatan TI, yaitu (1) memperbaiki competitive positioning; (2) meningkatkan brand image; (3) meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran; (4) meningkatkan kepuasan siswa; (5) meningkatkan pendapatan; (6) memperluas basis siswa; (7) meningkatkan kualitas pelayanan; (8) mengurangi biaya operasi; dan (9) mengembangkan produk dan layanan baru.

Mason R. (1994) berpendapat bahwa pendidikan mendatang akan lebih ditentukan oleh jaringan informasi yang memungkinkan berinteraksi dan kolaborasi, bukannya gedung sekolah. Tony Bates (1995) menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan. Berdasarkan pendapat para pakar ini maka timbulah pemikiran penulis untuk mendeskripsikan peran teknologi informasi dalam KBK dengan strategi PBL. Dalam tulisan ini, penulis akan memfokuskan pada dua contoh penerapan teknologi informasi yaitu :

1.

Learning management system (LMS) / sistem manajemen pembelajaran
2.

Digital Library / perpustakaan digital

1.

Learning management system

Learning management system adalah sebuah software yang mampu memanajemen proses pembelajaran seperti menyimpan, mengelola dan mendistribusikan berbagai informasi pendidikan seperti material perkuliahan, jadwal kuliah, pengumuman, dan ujian/test yang telah disiapkan. LMS juga mampu menampilkan jadwal kegiatan perkuliahan baik untuk satu blok, satu semester, satu tahun bahkan untuk empat tahun. Learning management system yang akan diterapkan di FK Unri adalah LMS yang bersifat free atau tidak diperlukan dana untuk membeli software LMS tersebut. Moodle merupakan contoh LMS gratis yang dapat dipakai. Selain gratis dan dapat dimodifikasi, Moodle mudah dipelajari dan mudah digunakan. Moodle telah teruji di berbagai institusi di banyak negara. Moodle digunakan di 150.000 institusi pada 160 negara dan telah diterjemahkan ke dalam 70 bahasa. Jumlah pengguna Moodle terbesar adalah UK open university yang memiliki 180.000 mahasiwa

Dalam kontek KBK dengan strategi PBL, Moodle sebagai LMS dapat memberikan fasilitas untuk menunjang kelancaran proses PBL, antara lain :

1.

Para dosen sering bertanya tentang jadwal perkuliahan, tutorial dan kegiatan skill lab. Walaupun jadwal ini telah dibagikan melalui surat tetapi para dosen masih bertanya tentang jadwal dikarenakan surat pemberitahuannya terlambat sampai, hilang atau merasa tidak menerima. Dengan fasilitas tampilan jadwal di LMS, maka para dosen dengan mudah mengetahui jadwal mereka masing-masing melalui LMS online yang aktif 7×24 jam karena tersambung secara internet dan LAN. Fasilitas ini juga akan menampilkan pengumuman perubahan jadwal, pengumuman rapat dan forum diskusi antar sesama dosen, antar dosen dan staf administrasi.
2.

Kuliah pakar kadangkala tidak cukup waktu untuk memaparkan/mengklarifikasi semua learning outcome. Mahasiswa merasa waktu yang disediakan kurang sehingga banyak hal-hal yang ingin mereka tanyakan tidak terjawab karena keterbatasan waktu. LMS dengan fasilitas forum diskusinya akan memfasilitasi antara dosen pakar dan mahasiswa untuk berdiskusi lanjut secara online. Online disini tidak hanya just in time, namun bisa saja mahasiswa meninggalkan pertanyaan di forum diskusi dan akan dijawab oleh dosen pakar pada keesokan harinya.

1.

Mahasiswa sering mengeluhkan referensi-referensi yang menunjang pembelajaran selama perkuliahan, tutorial dan skill lab. Hal ini disebabkan keterbatasan perpustakaan FK Unri dalam menyediakan referensi tersebut. Untuk mengatasi masalah ini maka LMS akan menyediakan fasilitas referensi yang mengacu pada link-link website kesehatan dan jurnal kedokteran dan juga terhubung dengan digital library. Fasilitas ini akan sangat memudahkan mahasiswa dalam mencari referensi belajar.
2.

Learning management system ini juga akan menyediakan konten materi kuliah yang dapat didownload oleh mahasiswa. Materi-materi perkuliahan yang bersifat fact/ recall of knowledge yang berupa hapalan lebih baik ditampilkan dalam LMS sehingga waktu pemberian kuliah dapat diefektifkan untuk pemberian kuliah yang bersifat pembentukkan konsep dan diskusi kasus penyakit. Bagi mahasiswa yang belum jelas mengenai materi tersebut dapat mengajukan pertanyaan melalui fasilitas komentar dibawahnya.
3.

Learning management system juga menyediakan fasilitas chatting bagi dosen dan mahasiswa yang ingin melakukan diskusi online (just in time). LMS juga menyediakan fasilitas web conference apabila ada kuliah pakar yang narasumbernya berasal dari luar institusi atau terhubung jauh.
4.

Masalah peer learning merupakan isu baru dalam pendidikan kedokteran Indonesia yang perlu diterapkan. Penerapan peer learning ini melalui LMS dapat dilakukan melalui forum diskusi yang dimoderator oleh seorang moderator/ketua forum diskusi. Dalam satu topik forum diskusi dapat beranggotakan 10 orang mahasiswa dengan 1 orang moderator termasuk didalamnya. Forum dimulai dengan pengajuan satu kasus/skenario penyakit. Kemudian dilakukan tahap-tahap diskusi seperti tahapan tutorial seven jumps. Mahasiswa akan belajar secara kolaborasi untuk menganalisa scenario yang diajukan. Fasilitas ini tepat dilakukan untuk memperdalam skenario yang didapat dari tutorial PBL. Skenario yang diajukan dalam forum ini harus relevan dengan tema blok yang sedang dihadapi mahasiswa. Untuk ketua forum atau moderator dapat diperankan oleh kakak tingkat.

1.

Digital Library

Mahalnya harga buku kedokteran dan sulitnya mencari buku kedokteran yang up to date merupakan kendala bagi mahasiswa dalam mencari referensi PBL. Dari segi tenaga administrasi perpustakaan, FK Unri masih kekurangan jumlah dan juga kualitas tenaga perpustakaan. Dari masalah ini maka FK Unri akan membangun digital library dengan keuntungan yang didapat sebagai berikut :

1.
1.

Pengorganisasian buku-buku tidak rumit karena bentuknya dalam format elektronik dan dapat disimpan dalam sebuah komputer dengan koleksi yang dapat berjumlah beratus ribu.
2.

Ruangan yang diperlukan tidak luas
3.

Biaya pengandaan murah
4.

Mahasiswa dalam melakukan pencarian lebih cepat dan dapat langsung dibaca
5.

Jumlah tenaga pustaka yang dibutuhkan tidak banyak.
6.

Dapat sharing koleksi dengan perpustakaan institusi kedokteran lain melalui jaringan internet.

Digital library (DL) atau perpustakaan digital adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku (tulisan), gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer. Istilah digital library sendiri mengandung pengertian sama dengan electronic library dan virtual library. Sebenarnya, alasan utama pembangunan Digital Library adalah agar supaya koleksi perpustakaan tersebut cepat dan mudah diakses, ringkas dalam penyimpanan serta mudah dalam hal penggandaan.

Contoh koleksi sebuah digital libary sebagai berikut:

1.

Skripsi, thesis maupun disertasi ataupun jurnal yang telah dirubah formatnya menjadi format digital.
2.

Laporan penelitian karya ilmiah, hasil seminar, majalah ilmiah, ataupun tulisan staf akademika yang terpublikasi secara lokal.
3.

Video, Clip dan sejenisnya yang biasanya digunakan pada proses belajar mengajar.
4.

Electronic-Book (eBook).
5.

electronic-Journal (eJournal).
6.

dll

Prinsip manajemen dalam penerapan inovasi teknologi informasi dalam menunjang KBK dengan strategi PBL di fakultas kedokteran universitas riau

Penerapan teknologi informasi ini bukan hal yang mudah. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan manajerial yang diperlukan dalam perencanaan, implementasi hingga evaluasi program. Langkah-langkah manajemen dalam membangun inovasi teknologi di atas adalah:

1.

Penyusunan proposal.
2.

Tahap konseptual, dimana pada tahap ini terdiri dari beberapa kegiatan awal seperti penyusunan dan perumusan ide, analisa dari studi kelayakan yang biasanya menjelaskan analisis berbagai aspek seperti kondisi organisasi, sarana dan prasarana, dan dukungan manajemen.
3.

Tahap perencanaan.
4.

Tahap pengembangan.
5.

Tahap implementasi, tahap ini meliputi implementasi dilapangan dan memonitor serta mencatat hal-hal yang menjadi masalah selama implementasi program ini.
6.

Tahap evaluasi, tahap ini meliputi evaluasi efektifitas dan efisiensi program ini.

Prinsip leadership dalam penerapan inovasi teknologi informasi dalam menunjang KBK dengan strategi PBL di fakultas kedokteran universitas riau

Penerapan inovasi ini merupakan suatu perubahan baru dalam pendidikan kedokteran FK Unri. Sebagaimana layaknya sebuah perubahan, maka pasti akan menemui resistance/penolakan/hambatan, baik yang berasal dari sumber daya manusia, organisasi maupun teknologi itu sendiri. Hambatan yang datang dari SDM meliputi kesiapan tenaga ahli untuk menjalankan LMS dan digital library dan juga respon kesiapan mahasiswa dalam menggunakan teknologi informasi ini. Hambatan dari organisasi meliputi masalah kebijaksanaan dan peraturan dalam mengorganisasi inovasi ini. Sedangkan hambatan dari teknologi itu sendiri meliputi ketersediaan teknologi ini dan ketersediaan dukungan pengembangan teknologi ini kedepannya. Oleh karena itu untuk menghadapi resistance di atas diperlukan prinsip leadership/kepemimpinan dalam menerapkan inovasi ini agar dapat berjalan lancar.

Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Menurut teori kepemimpinan ada tiga gaya kepemimpinan yaitu gaya otokrasi, demokrasi dan gaya kepemimpinan kendali bebas. Penerapan inovasi teknologi ini akan menggunakan gaya kepemimpinan demokrasi. Gaya ini ditandai adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Di bawah kepemimpinan demokratis cenderung bermoral tinggi dapat bekerjasama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri.

KESIMPULAN

Penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dengan strategi pendekatan problem based learning (PBL) di FK Unri memerlukan sumber daya dan dana yang besar. Penerapan inovasi teknologi informasi seperti learning management system dan digital library dalam menunjang kurikulum berbasis kompetensi dengan strategi problem based learning, diharapkan dapat memberikan efisiensi dan efektifitas. Penerapan inovasi ini memerlukan manajerial dan leadership agar berjalan lancer.

Februari 26, 2008

Hello world!

Filed under: Uncategorized — lutfi13 @ 5:38 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.